MENJANGKAU HINGGA KE KEPULAUAN BANYAK
..nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa
Lirik lagu diatas pastinya tidak lagi asing di telinga kita. Betapa tidak, dari kecil kita sudah diajari oleh guru kita tentang dendangan lagu itu semenjak kita SD. Tapi apakah kita sadar, ternyata nyanyian itu tidak hanya sekedar nyanyian belaka ini mengingatkan kita bahwa negeri kita adalah kepulauan dimana salah satu mata pencaharian penduduk terbesar adalah menjadi pelaut. Memang ditengah ketatnya bisnis selular memang sudah selayaknya kita mencoba untuk mengembangkan jaringan tidak hanya diperkotaan tetapi juga di daerah kepulauan.yang terpencil.
Salah satu daerah kepulauan terpencil yang sudah terjangkau oleh oleh layanan Telkomsel yang memiliki cerita menarik salah satunya adalah Kepulauan Banyak, Kepulauan Banyak merupakan salah satu daerah kabupaten Singkil, Nangroe Aceh Darussalam dimana posisinya terletak antara pulau Simelue dan pulau Nias, Kepulauan Banyak juga sebagai salah satu tujuan wisata dimana jumlah pulau yang ada disini diperkirakan mencapai 101 jumlah pulau, ada tiga pulau terbesar dan terpadat yaitu Pulau Balai, Teluk Nibung dan Tuangku sedangkan penduduk lainnya tersebar disejumlah pulau kecil. Untuk mencapai pulau Balai ibukota kecamatan ditempuh dengan menggunakan kapal kira-kira lama perjalanan 3 jam atau apabila kita menyewa boat lama perjalanannya bisa lebih cepat tetapi biaya sewanya sangat mahal bisa mencapai 2 juta rupiah.
Dengan berdirinya tower di Pulau Balai yang merupakan ibukota kecamatan kepulauan banyak, penduduk di Pulau Balai dan pulau sekitarnya sangat terbantu hal ini bisa memudahkan mereka baik dalam perdagangan antar pulau maupun memudahkan apabila berkomunikasi dengan keluarga di daratan sumatra. Karena sangat berartinya komunikasi bagi penduduk kepulauan ini sehingga mereka mengutus salah seorang penduduk pergi naik perahu ke singkil hanya untuk memberitahukan salah seorang rekan BSS di Aceh bahwa tower dipulau tersebut sedang ada masalah dan meminta untuk segera diperbaiki, meskipun hal ini kelihatan sepele tetapi bagi mereka di tempat terpencil komunikasi adalah sesuatu yang sangat berharga.
Kadang tanpa kita sadari banyak manfaat dan keuntungan yang kita peroleh apabila mendirikan jaringan di daerah terpencil terutama di daerah kepulauan secara tidak langsung menunjukkan keberadaan dan meningkatkan brand Telkomsel yang menyatakan bahwa Telkomsel telah hadir disana selain itu revenue yang mampu dihasilkanpun juga sangat tergolong cukup besar karena tanpa kita sadari pelanggan yang menggunakan jasa Telkomsel tidak hanya penduduk di Pulau Balai tetapi juga penduduk di pulau pulau lainnya meskipun sinyal kadang hilang tetapi komunikasi masih bisa dilakukan meski lewat SMS bahkan nelayan-nelayan kecil yang tengah melaut yang tidak memiliki sarana komunikasi di kapal mereka bisa menggunakan layanan Telkomsel sebagai sarana komunikasi dengan daratan, mungkin juga dengan peluang inilah yang menyebabkan operator lain juga mencoba mengejar Telkomsel dengan membangun tower di pulau-pulau. Bahkan ada sesuatu hal yang kadang tidak terpikirkan oleh kita lampu tower di pulau pulau tersebut mampu menjadi sebuah mercusuar yang sangat indah pada malam hari seperti layaknya sebuah lentera yang mampu memandu kapal untuk merapat ke pulau apabila ombak laut besar atau badai.












