Sabtu, 28 April 2007

Mataku Baru


Alhamdulillah setelah 16 tahun mengidap myopi, mata saya bisa melihat jelas kembali setelah dioperasi LASIK. Awalnya ngeri juga mendengar operasi mata alias LASIK untuk mengurangi minus yang lama diidap, tetapi mengingat capek juga pake lensa kontak mata jadi iritasi dan kacamata yang berat karena minus tinggi serta terutama kalau mengingat pekerjaan yang tiap hari didepan komputer sama kerjanya motong kabel jadi berani juga deh operasi LASIK.

Setelah diperiksa bermacam-macam mulai dari cek banyaknya minus, tekanan bola mata dan bla bla yang lainya dokter memutuskan aman untuk operasi Lasik. sebelum operasi disuruh pake baju "perang" dulu baru masuk ruangan operasi. Wah ngeri deeh... kemudian disuruh tidur trus ditetesi obat bius selama operasi sih kita sadar dan ngak sakit, cuma setelah operasi rasanya nyeri banget. Meskipun minum obat ponstan rasa nyerinya masih terasa.

Setelah berjuang dengan rasa sakit kira-kira 3 jam-lah akhirnya berangsur angsur mata bisa melihat lagi meskipun agak berbayang dikit, tapi syukurlah saya bisa melihat lagi. Ya Allah terima kasih saya bisa melihat kembali, Terima Kasih juga buat kedua orang tuaku dan tak juga lupa buat istriku tersayang yang menemaniku dengan setia dan terakhir buat dokter dan JEC mudah-mudahan mataku sehat selalu AMIIN.

Kayaknya Enak Bener Jadi Orang Kaya



DI sabang banyak bener ya mobil mewah, ini sabang di pulau We bukan sabang di Jl Sabang Jakarte. Maklum juga sabang dulunya jadi pelabuhan bebas jadi masih banyak mobil-mobil improt yang belum bisa terjual. Tapi dari informasi sekarang mobil-mobil mewah tersebut sebagian sudah mulai dieksport lagi ke Iran dll.

Saya jadi membayangkan, enak bener yaa kayaknya jadi orang kaya. Punya mobil mewah, rumah mewah dan sering-sering jalan keluar negeri walaupun hanya belanja. Itu sih impian saya, ingin rasanya jadi pengusaha aja, ngak enak jadi karyawan kerjanya cuma mengandalkan gaji doank walaupun gaji sih sedikit diatas rata-rata. Ya mudah-mudah impiannya bisa terwujud.

Enaknya jadi karyawan kita ngak usah mikir banyak, kita hanya mengerjakan pekerjaan kita maksudnya job desk kita gt lhoo, tapi kalau si boz lagi bete ya bisa berabe di kantor jadi ngak nyaman rasanya. Bagaimanapun lebih enak rasanya jadi pengusaha ngak usah kerja sama orang lain, orang yang kerja sama kita, kalau usahanya lancar alhamdulilah kalau ngak yaaa sudahlah jadi karyawan lagi hehehe. Namanya juga usaha untung-untungan juga kayaknya niih. Tapi kira-kira usaha apa yaaaa ? Mudah-mudahn bisa terjawab pertanyaanya.

Jumat, 27 April 2007

MENJEJAKKAN KAKI DI UJUNG NUSANTARA



Dari Sabang Sampai Merauke Berjajar pulau pulau
Sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia

Bait lagu diatas seringkali kita nyanyikan pada saat kita masih duduk di sekolah dasar. Secara geografis, kota sabang merupakan wilayah administratif paling barat yang terletak di pulau Weh yang merupakan bagian dari propinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang berbatasan langsung dengan negara malaysia, Thailand dan India.

Untuk ke kota Sabang bisa ditempuh dengan menggunakan kapal cepat maupun dengan kapal ferry melalui pelabuhan Ulee Lhue di Banda Aceh yang melakukan penyeberangan dua kali sehari ke pelabuhan Balohan Sabang. Apabila menggunakan kapal cepat perjalanan bisa ditempuh dalam waktu 45 menit, tetapi apabila kita membawa kendaraan kita bisa menggunakan Ferry dengan lama perjalananya sekitar 2 jam. Untuk ke kota sabang kita bisa menyewa kendaraan yang biasanya mangkal di sektar pelabuhan, dari pelabuhan Balohan ke kota sabang kira-kira berjarak 7 km yang bisa ditempuh sekitar 20 menit dengan menggunakan kendaraan.

Di Pulau Weh sendiri mempunyai keindahan alam dan tempat-tempat sejarah bekas peninggalan Belanda dan Jepang seperti meriam dan benteng perlindungan. Selain itu juga terdapat tempat-tempat menarik yang juga banyak dikunjungi antara lain :

Taman Laut Rubiah

Taman laut ini terletak di teluk sabang di desa iboih, jaraknya sekitar 25 km dari kota Sabang. Taman laut ini sangat jernih dan airnya tenang yang diisi oleh terumbu karang dan ikan berwarna warni, tempat ini seringkali didatangi turis mancanegara pengemar snorkel dan selam. Di sekitar taman laut ini juga disediakan akomodasi dan penginapan jadi tidak perlu khawatir apabila kita ingin menikmati keindahan taman laut cukup lama.

Tugu Km Nol
Monumen ini didirikan di ujung pulau Weh dan berada di daerah hutan konservasi alam, monumen ini digunakan untuk menandai dimulainya perhitungan jarak dan luas teritorial Negara Indonesia. Hanya saja yang patut disayangkan monumen ini agak kotor kerena dirusak oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab banyak sekali coretan dan tulisan kita temukan disekitar monumen ini. Kita bisa mendapatkan sertifikat telah berkunjung ke KM Nol sebagai bukti maupun kenang-kenangan bahwa kita sudah pernah ke tugu KM Nol ini dengan meminta ke dinas dan pariwisata kota sabang dengan membayar uang administrasi sekitar 15 ribu kita sudah bisa mendapatkan sertifikat tersebut. Dan Telkomsel sendiri baru saja mendirikan tower semi combat yang berjarak sekitar 100 m dari tugu KM Nol.

Showrom Mobil Mewah
Jangan membayangkan bahwa mobil mewah di sabang dijual disebuah showroom yang besar dan mewah. Justru sebaliknya, mobil-mobil ini justru diletakkan di area terbuka dibawah pepohonan. Sabang sebagai bekas salah satu pelabuhan bebas di Indonesia adalah bebasnya mobil-mobil dari luar negeri masuk ke Sabang, mobil mobil mewah yang dijual disini meliputi jaguar, ferari, Mercedes, BMW dan masih banyak lagi merk mobil yang bentuknya belum banyak kita lihat. Mengenai soal harga, harganya murah banget sekitar setengah atau bisa sampai seperempat harga dipasaran. Saya pernah menanyakan sebuah harga mobil Jaguar harganya sekitar 150 - 200 juta atau harga mobil Mercedes sekitar 100 - 150 juta mengenai surat-suratnya tentunya harganya beda lagi. Ada yang tertarik untuk membeli ?.

Relokasi Genset ke Semi Combat PT SAI



Wuih panas beneerrr, itu yang aku rasakan waktu mau merelokasi genset di combat PT SAI ke site Semi Combat PT SAI yang baru. Mobil combat di PT SAI sudah nangkring dan On Air di bulan Februari 2006 waktu saya pertama kali pindah ke Aceh. Tetapi karena tower semi combat sebagai ganti dari mobil combat di PT SAI sudah selesai dibangun terpaksa Genset di Mobil Combat tersebut kita pindahkan untuk mencatu site baru tersebut.

Tapi bagaimana memindahkanya, roda genset kempes. Walaupun didorong berlima tetap saja genset tidak bisa bergerak. Tapi untungnya setelah berpikir dan meminta petunjuk kepada Allah saya melihat forklift. Maklum di daerah dalam areal PT SAI masih banyak pembangunan, jadi saya coba meminta bantuan sopir forklift untuk memindahkan genset ke site semi combat yang baru. Untung deh tidak beberapa lama genset bisa dipindahkan den RBS baru bisa di on airkan. Seeep Alhamdulillah.