Sabtu, 15 November 2008

Operator Selular Makin Stress

Apabila melihat iklan para operator selular di televisi akhir akhir ini, para operator selular saling berlomba untuk mendapatkan pelangan sebanyak banyaknya yang akhirnya berimbas pada tarif, sehingga para operator selular berlomba lomba untuk menurunkan tarif untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling murah, rupanya memang dunia benar benar seperti terbalik untuk bisnis selular ini, dimana harga sandang dan pangan harganya semakin naik tetapi tidak berlaku untuk bisnis telekomunikasi harganya bukan ikut naik tetapi harga semakin turun.

Kondisi seperti ini kita lihat iklan operator selular semakin tidak wajar, bahkan cenderung stress bahkan ada di iklan tersebut kadang tidak mencantumkan ketentuan bagaimana menggunakan promo tersebut yang akhirnya membuat pelangan kecewa bukanya tarif murah yang diperoleh tetapi semakin mahal karena kurang jelasnya transparansi dari iklan tersebut hanya ditulis " aturan dan ketentuan berlaku". Tetapi kondisi ini saya lihat tidak berjalan lama karena berdasarkan dilapangan para pelanggan sudah semakin kritis buat apa juga menggunakan tarif murah apabila jaringan selalu sibuk dan susah untuk menelpon atau bahkan tidak ada jaringannya hehehe.

Tetapi apabila kondisi seperti ini terus berlanjut sebenarnya malah akan menghancurkan diri sendiri, biaya Operasionalnya besar dan income yang diperoleh kecil, yang dibutuhkan sekarang sebenarnya bagaimana creativitas para marketing untuk mengaet pelanggan, untuk mendapatkan pelanggan toh tidak hanya tarif murah kan bisa saja dengan menambah value added service, dan inovasi lainnya. Jadi sebenarnya bisnis selular ini kedepannya masih menguntungkan ngak yaa ?

Seja o primeiro a comentar